Jumat, 02 Oktober 2009

PKS: Pimpinan DPR Muda Harus Inovatif

Djibril Muhammad
Mahfudz Shiddiq
(inilah.com /Raya Abdullah)


INILAH.COM, Jakarta - Komposisi pimpinan DPR 2009-2014 hampir disesaki pada tokoh muda. Karena itu, mereka diharapkan untuk lebih mewarnai berbagai keputusan yang akan dihasilkan selama lima tahun ke depan.


"Diharapkan muncul pemikiran-pemikiran inovatif dan progresif untuk mengakselarasi proses reformasi DPR, dan mengkonsolidasi relasi kekuasaan antara lembaga eksekutif dan legislatif," kata anggota Fraksi PKS, Mahfudz Shiddiq kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (2/10).


Mantan Ketua FPKS periode 2004-2009 ini, menilai pimpinan DPR baru tesebut memiliki sejumlah agenda strategis. Pertama adalah mengevaluasi semua produk UU dan mengokohkan politik legislasi nasional untuk memperkuat jatidiri, kemandirian dan keunggulan kompetitif Indonesia.

"Kedua, membuat terobosan pada politik anggaran yang tepat guna dan tepat waktu, berdasarkan prioritas program pembangunan nasional," imbuhnya.

Ketiga, lanjut Ketua DPP PKS ini, adalah memperkuat fungsi kontrol terhadap proses pemerintahan secara obyektif dan adil. "Dan terakhir merecovery citra DPR di mata publik dan memperkuat fungsi representasi suara serta aspirasi rakyat," tandas Mahfudz. [jib]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/02/162434/pks-pimpinan-dpr-muda-harus-inovatif/

PKS: SBY Belum Dukung TK di MPR

Raden Trimutia Hatta
Mahfudz Siddiq
(inilah.com/Abet Jalaludin)


INILAH.COM, Jakarta - Ketua Deperpu PDIP Taufiq Kiemas telah yakin sudah pasti mendapat dukungan dari PD soal pencalonannya sebagai Ketua MPR. Namun PKS menegaskan, bila SBY belum sama sekali memberikan arahan ke DPP PD untuk mendukung TK.


"DPP PKS melalui Tifatul Sembiring mendapat klarifikasi dari pimpinan teras DPP PD bahwa belum ada opsi FPD di DPR/MPR mendukung TK sebagai calon ketua MPR, dengan paket Golkar (Hajriyanto) dan PPP (Lukman)," ujar Ketua Fraksi PKS Mahfudz Siddiq yang kembali menjadi anggota DPR kepada INILAH.COM, Jakarta, Kamis (1/10).


Ia mengungkapkan, dalam klarifikasi yang dilakukan DPP PKS dengan pimpinan teras PD itu juga terungkap bahwa SBY belum sama sekali memberikan arahan agar Fraksi PD mendukung TK. Malahan, SBY itu telah mengungkapkan ingin Hidayat Nur Wahid kembali menduduki kursi ketua MPR.

"Presiden SBY belum memberikan arahan apapun soal ini. Sebelumnya, saat pembicaraan kontrak politik SBY dengan PKS, dinyatakan bahwa Pak SBY lebih menginginkan Pak HNW sebagai ketua MPR kembali," katanya.

Menurut Mahfudz, paket TK jika didukung PD justru akan menjadi "perjudian politik" bagi presiden SBY. "Karena MPR memiliki kewenangan impeachment, dan selayaknya partai-partai koalisi yang memimpin lembaga MPR untuk pengamanan presiden. Apalagi ada kasus Century yang bisa saja diolah jadi permainan politik," imbuhnya. [mut]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/01/162220/pks-sby-belum-dukung-tk-di-mpr/


PKS Kecewa SBY Tak Nongol Pelantikan DPR

Raden Trimutia Hatta
Mahfudz Siddiq
(inilah.com/Abet Jalaludin)


INILAH.COM, Jakarta - Anggota DPR periode 2004-2009 hari ini, Kamis (1/10), resmi dilantik. Namun dalam pelantikan tersebut, Presiden SBY tidak menampakkan batang hidungnya, PKS pun merasa kecewa.


"Kami menyayangkan ketidakhadiran presiden SBY dalam pelantikan dan pengambilan sumpah anggota DPR dan DPD pada hari ini," ujar Ketua Fraksi PKS Mahfudz Siddiq yang terpilih kembali menjadi anggota DPR 2009-2014 kepada INILAH.COM, Jakarta, Kamis (1/10).


Menurut Mahfudz acara pelantikan ini merupakan acara kenegaraan yang harus dihadiri oleh SBY sebagai Presiden. Sebab, acara pelantikan ini merupakan momentum penting bagi proses hubungan Legislatif-Eksekutif ke depannya.

"Mestinya sekretariat kepresidenan bisa mengatur jadwal kunjungan presiden SBY sehingga bisa tetap menghadiri acara pelantikan DPR/DPD," pungkasnya.

SBY hari ini barub saja tiba ke Indonesia karena menghadiri KTT G20 di Amerika. Setibanya di tanah air, SBY langsung sibuk mengurusi gempa yang melanda Sumatera Barat.[mut]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/01/162202/pks-kecewa-sby-tak-nongol-pelantikan-dpr/


PKS Sumut Kirim Relawan dan Ambulans ke Sumbar

Khairul Ikhwan - detikNews

Medan - Merespons musibah gempa bumi di Sumatera Barat (Sumbar), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara (Sumut) mengirimkan bantuan. Bantuan tersebut berupa empat unit ambulans dan obatan-obatan beserta 20 relawan kepanduan dan 3 dokter.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sumut, Sigit Pramono Asri menyatakan, keseluruhan relawan yang dikirimkan merupakan kader-kader yang memang diharapkan siap menghadapi hal-hal mendadak seperti bencana alam. Tim yang diberangkatkan tersebut akan berada di lokasi bencana paling tidak selama dua minggu.

"Nantinya bila dianggap masih mendesak, kita juga akan mengirimkan relawan tambahan," ujar Sigit saat melepas keberangkatan para relawan dari Kantor DPW PKS Sumut di Jl. Kenanga Raya, Medan, Kamis(1/10/2009).

Disebutkan Sigit, selama di Sumbar nantinya, para relawan tersebut akan berkoordinasi dengan posko partai yang sudah ada di Bukit Tinggi dan Padang. Apakah nantinya tim akan diterjunkan ke Kota Padang atau Pariaman, ditentukan nanti setelah mereka bergabung di posko itu.

Sigit menambahkan, pihaknya sudah menginstruksikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS se-Sumut untuk membuka posko-posko bencana alam dan penggalangan bantuan untuk musibah Gempa Sumbar. Dengan demikian diharapkan bantuan akan semakin banyak untuk para korban.

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/10/02/032829/1213358/10/pks-sumut-kirim-relawan-dan-ambulans-ke-sumbar


PKS Bantah Klaim Taufiq Kiemas Didukung Demokrat

Reza Yunanto - detikNews

Jakarta - Sekjen DPP PKS Anis Matta membantah keras rumor yang menyatakan Partai Demokrat memberikan dukungan kepada PDIP untuk meloloskan Taufiq Kiemas (TK) sebagai Ketua MPR. Menurut Anis, PD belum memberikan dukungan kepada Taufiq.

"Pak Tif itu tadi sudah konfirmasi langsung ke pimpinan teras PD yakni ketua dan sekjen, dan katanya mereka tidak ada deal dengan TK soal (Ketua MPR) itu," jelas Anis Matta di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (1/10/2009).

Anis menegaskan, PKS sampai saat ini masih yakin dengan komitmen PD untuk menyukseskan Hidayat Nurwahid sebagai ketua MPR. Malah, wakil ketua DPR ini mengungkapkan kembali kesepakatan koalisi belum berubah soal mendukung Hidayat sebagai Ketua MPR.

"Pembicaraan partai koalisi sebelum Ramadan masih belum berubah. Ketua tetap Pak Hidayat," lanjutnya. Sementara soal komposisi wakil ketua, diakui Anis, hal itu belum diputuskan.

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/10/01/173311/1213190/10/pks-bantah-klaim-taufiq-kiemas-didukung-demokrat

Mustafa Kamal Pimpin Fraksi PKS, Mujiyono Pimpin Fraksi Gerindra

Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera menetapkan Mustafa Kamal sebagai Ketua Fraksi PKS DPR menggantikan Mahfudz Siddik yang diisukan akan masuk kabinet SBY. Sementara Partai Gerindra menunjuk salah satu anggota dewan pembina partai Mujiyono sebagai ketua Fraksi Gerindra.

"Wakil ketua DPR Anis Matta ketua Fraksi Mustafa Kamal," ujar Mahfud kepada detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2009).

Mustafa Kamal adalah tokoh muda PKS sekaligus salah Ketua DPP PKS. Mustafa sebelumnya menjabat sebagai sekretaris FPKS untuk masa periode 2004-2009 mendampingi Mahfudz Siddik.

Mengenai posisi Ketua MPR, Mahfudz menegaskan bahwa partainya tetap mengusulkan Hidayat Nurwahid. PKS beranggapan SBY sudah menyepakati dalam kontrak koalisi. "Tetap Pak Hidayat sesuai yang SBY sampaikan di Bandung dalam koalisi," tandasnya.

Mujiyono Pimpin FG

Partai Gerindra memutuskan anggota dewan pembina Mujiyono Haryanto menjadi Ketua Fraksi Gerindra. Mujiyono diputus dalam rapat terbatan partai berlambang kepala garuda ini.

"Ketua Fraksi Gerindra sudah diputuskan adalah Mujiyono Haryanto. Saya menjadi Wakil Ketua dan sekretaris fraksinya Pak Desmon," ujar Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani seusai pelantikan DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/9/2009).

Terkait soal calon pimpinan MPR, Gerindra secara bulat menyepakati untuk mendukung jagoan PDIP, Taufik Kiemas. "Untuk ketua MPR, Gerindra arahnya mendukung TK," pungkasnya.
(van/yid)

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/10/01/152343/1213020/10/mustafa-kamal-pimpin-fraksi-pks-mujiyono-pimpin-fraksi-gerindra

Lima Pimpinan DPR Resmi Dilantik

Insaf Albert Tarigan - Okezone

JAKARTA - Lima pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2009-2014 resmi ditetapkan dalam sidang paripurna yang digelar pada malam ini.

DPR resmi menetapkan calon pimpinan DPR dari Partai Demokrat Marzuki Alie menjadi Ketua DPR. Empat Wakil Ketua DPR juga disumpah janji bersama Marzuki. Yakni, Priyo Budhi Santoso (Partai Golkar), Pramono Anung Wibowo (PDI Perjuangan), Anis Matta (Partai Keadilan Sejahtera) dan Marwoto Mintohardjono (Partai Amanat Nasional).

Menurut pimpinan sidang, Priyo Budi Santoso, lima pimpinan DPR tersebut dapat ditetapkan karena 523 dari 560 anggota DPR hadir di sidang paripurna sehingga memenuhi kuorum.

Apakah semua menyetujui nama-nama yang diusulkan menjadi pimpinan DPR?" kata Priyo meminta kesepakatan dari anggota dewan di ruang Paripurna I Gedung Nusantara DPR, Jakarta, Kamis (1/10/2009). "Setuju.... " jawab seluruh anggota dewan serempak. Priyo pung langsung mengetok palu.

Selanjutnya acara diisi dengan pembacaan sumpah janji yang dipimpin Ketua Mahkamah Agung Harifin Tumpa. Kelima pimpinan DPR resmi menjadi pimpinan DPR setelah ketua DPR menerima palu secara simbolis.

Penetapan Marzuki Alie menjadi Ketua DPR sesuai dengan surat ketetapan yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan didasarkan pada perolehan suara yang diperoleh Partai Demokrat serta Partai Golkar pada Pemilu Legislatif lalu. Peringkat 1 perolehan kursi Partai Demokrat sebanyak 148 kursi berhak menunjuk anggota DPR terpilih sebagai Ketua DPR.

Sumber : http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/10/01/339/261804/lima-pimpinan-dpr-resmi-dilantik

Kamis, 01 Oktober 2009

Mustafa Kamal: FPKS Harus Profesional

Vina Nurul Iklima


INILAH.COM, Jakarta - Dalam mengemban jabatan yang baru sebagai Ketua FPKS, Mustafa Kamal punya beberapa persiapan. Ia berharap DPR masa bakti 2009-2014 bekerja lebih profesional.


"Saya harapkan DPR sekarang lebih profesional setelah sepuluh tahun reformasi di mana kita bsa menjaga sistemn check and balances dengan baik," kata Mustafa usai sidang pelantikan anggota dewan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10).


Ia mengaku sudah merancang visi dan misi di DPR sebagai Ketua FPKS yang baru menggantikan Mahfudz Siddiq. Namun ia tak menyebutkan jelas apa saja visi-misi itu.

"Kita hrs lihat dinamika DPR dulu, dari masa ke masa. Dari yang dulu sangat demokratis, lalu di zaman Orba jadi tukang stempel. Lalu kembai lagi demokratis lagi setelah reformasi, tapi eforia yang berlebihan," paparnya.

Meski belum ditetapkan secara resmi sebagai Ketua Fraksi PKS, Mustafa Kamal sudah mulai menggantikan tugas-tugas Mahfudz Siddiq di parlemen. Sebelum menjadi Ketua, ia lebih dulu berkiprah menjadi Sekretaris fraksi. [ikl/ana]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/01/162137/mustafa-kamal-fpks-harus-profesional/

Hidayat Kandangkan Mobil Dinas MPR

Vina Nurul Iklima
Hidayat Nurwahid
(inilah.com /Dokumen)


INILAH.COM, Jakarta - Ketua MPR periode 2004-2009 Hidayat Nurwahid menyerahkan mobil dinas MPR RI kepada negara. Hidayat berharap mantan anggota dewan laian mengikuti jejaknya.


Hidayat beserta wakil ketua MPR Aksa Mahmud, AM Fatwa, dan Mooeryati Soedibyo menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan Sekretariat Jenderal MPR. Hidayat menyerahkan kunci mobil Toyota Camry hitam masing-masing bernopol RI 6, RI 49, RI 50, dan RI 51.


"Sekarang kita sudah tidak menjadi pejabat negara lagi, maka amanah (mobil) ini dikembalikan kepada negara," kata Hidayat di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10).

Ia mengatakan, mobil adalah amanah yang dititipkan oleh negara untuk digunakan selama menjalankan tugas. Barang-barang inventaris kantor itu pun harus dikembalikan, bukan untuk dimiliki.

"Alhamdulliulah saya masih punya kendaraan pribadi, di luar menjadi pejabat. Kita juga harus mengingatkan bahwa mobil dinas itu bukan hak pejabat," paparnya.

Jika sudah dikembalikan, maka terserah negara akan diapakan mobi-mobil itu. Ia berharap ke depan, mobil-mobil dinas yang digunakan anggota dewan tidak mewah.

"Mobil itu jangan mewah. Jangan sampai disalahpahami oleh rakyat. Apalagi sekarang banyak bencana, gempa di mana-mana," pungkasnya. [ikl/ana]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/01/162128/hidayat-kandangkan-mobil-dinas-mpr/

Tifatul: Cari Uang Jangan di DPR

Vina Nurul Iklima
Tifatul Sembiring
(inilah.com /Dokumen)


INILAH.COM, Jakarta - Anggota FPKS DPR menyumbangkan uang representasi kepada korban bencana gempa di Padang, Sumbar. Uang ini akan disumbangkan langsung beserta barang-barang kebutuhan sehari-hari. Mereka diingatkan untuk tidak mencari uang di DPR.


"Anggota dewan yang terpilih menjabat di DPR periode 2009-2014 harus senantiasa membantu kesulitan korban gempa. Jangan melakukan korupsi. Kalau mau cari uang, jangan jadi anggota DPR," ujar Presiden PKS Tifatul Sembiring usai sidang pelantikan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10).


PKS, lanjut dia, prihatin dengan nasib para korban gempa di Padang. Untuk itu pihaknya kami akan menyumbangkan uang representasi senilai Rp 50 juta.

Terkait pencalonan ketua MPR, Tifatul mengatakan, partainya tetap akan mengusung Hidayat Nurwahid. Meskipun tak didukung Partai Demokrat, PKS tetap yakin dan maju terus terhadap pencalonan Hidayat mengalahkan saingan terberatnya Taufiq Kiemas dari PDIP.

"Ini akan kita konsolidasikan ke parpol anggota koalisi," tandasnya. [ikl/sss]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/01/162127/tifatul-cari-uang-jangan-di-dpr/