Sabtu, 03 Oktober 2009

PKS: Tak Ada Dukungan SBY untuk TK

Vina Nurul Iklima
Mahfudz Siddiq
(inilah.com /Raya Abdullah)


INILAH.COM, Jakarta - Jelang detik-detik terakhir pemilihan pimpinan MPR periode 2009-2014, arah dukungan Partai Demokrat belum jelas. Namun, PKS tetap mengklaim SBY mendukung Hidayat Nurwahid.


"Belum ada opsi Fraksi Partai Demokrat di DPR dan MPR mendukung TK sebagai calon ketua MPR. Presiden SBY pun belum memberikan arahan apapun soal ini," kata Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq melalui pesan singka kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (3/10).


Terkait kabar bahwa Partai Demokrat mendukung Taufiq Kiemas dengan sistem paket, PKS tidak meyakini itu. PKS tetap yakin, sikap resmi Demokrat belum diputuskan.

"Kami mendapat klarifikasi dari pimpinan teras DPP Partai Demokrat bahwa belum ada opsi pengusungan paket Taufiq Kiemas, dengan paket Golkar, Hajriyanto Tohari, dan PPP Lukman Hakiem Saefuddin," paparnya.

Mahfudz mengatakan, PKS tetap yakin terhadap komitmen yang disepakati dengan SBY. "Sebelumnya, saat pembicaraan kontrak politik SBY mengatakan lebih menginginkan Hidayat Nurwahid sebagai Ketua MPR," tandasnya. [ikl/ana]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/03/163042/pks-tak-ada-dukungan-sby-untuk-tk/


Belum Dapat Instruksi SBY Soal TK, PKS Tetap Dukung Hidayat

Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta - PKS sampai saat ini masih mengajukan Hidayat Nurwahid sebagai calon Ketua MPR. PKS mengaku belum mendapat instruksi langsung dari SBY agar mendukung Taufiq Kiemas (TK).

"Kami tetap mengajukan Hidayat Nurwahid sampai ada instruksi dari SBY soal Pak TK," kata anggota DPR dari FPKS, Nasir Jamil, ditemui detikcom sebelum rapat Paripurna MPR tentang Penentuan Fraksi MPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (3/10/2009).

Menurut Nasir, PKS saat ini sedang menunggu kepastian dari SBY mengenai siapa Ketua MPR yang akan disusung koalisi. Nasir menyebut masih ada beberapa hal yang harus disepakati dengan SBY.

"Ada komunikasi tentu ada konsekuensi," katanya.

Sementara itu Ketua DPP PKS Mahfud Siddik mengungkapkan bahwa PKS belum menyepakati paket pimpinan MPR yang diajukan PD, Golkar, PDIP dan PPP. Mahfud menjelaskan SBY juga belum menginstruksikan langsung terkait hal ini.

"SBY belum memberikan arahan tentang paket Golkar (Hajrianto Tohari-Wakil Ketua MPR), PPP (Lukman Hakim Saifuddin-Wakil Ketua MPR), dan TK (Ketua MPR). SBY mengatakan lebih menginginkan Hidayat Nurwahid Ketua MPR," ungkap Mahfud saat dikonfirmasi lewat pesan singkat kepada wartawan.

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/10/03/115933/1214398/10/belum-dapat-instruksi-sby-soal-tk-pks-tetap-dukung-hidayat


PKS: Tega! Harga Tiket ke Padang Dimahalin


INILAH.COM, Jakarta - Tindakan perusahaan penerbangan yang menaikkan harga tiket penerbangan menuju Kota Padang amat disesalkan. Di saat terjadi musibah, harga tiket dinaikkan sampai beberapa kali lipat.


Menurut anggota DPR dari dari FPKS, Irwan Prayitno, pengguna jasa pesawat terbang yang menuju ke Kota Padang sebagian besar ingin memberikan bantuan atau melihat keluarganya yang menjadi korban gempa bumi.


"Mereka akan berkunjung ke padang membawa misi sosial, tapi kenapa perusahaan penerbangan tega menaikkan harga tiket sampai beberapa kali lipat," kata Irwan Prayitno pada diskusi "Polemik Penanganan Bencana" di Jakarta, Sabtu (3/10).


Diikatkannya, perusahaan penerbangan hendaknya berempati kepada masyarakat Sumatera Barat yang menjadi korban bencana. Misalnya dengan memberikan kemudahan, bukan malah memanfaatkan situasi dengan menaikkan tarif tiket.

Irwan telah melaporkan kenaikan harga tiket ini kepada Direktur Utama PT Garuda Indonesia, agar perusahaan penerbangan tidak menaikkan harga tiket penerbangan ke padang terlalu tinggi dengan pertimbangan kemanusiaan.

"Kalaupun dinaikkan maksimal Rp 1 juta," katanya anggota DPR dari daerah pemilihan Sumatera Barat ini.

Tingginya harga tiket, menyebabkan banyak masyarakat minang di perantauan, termasuk di Jakarta, yang ingin pulang melihat keluarganya mengalami kesulitan. [*/ana]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/03/163060/pks-tega-harga-tiket-ke-padang-dimahalin/


PKS Sulsel Sumbang Rp 25 Juta ke Sumbar

Suriani

(google earth)


INILAH.COM, Makassar - Bantuan terhadap para korban gempa 7,6 SR di Sumatera Barat pada 30 September lalu terus mengalir. Fraksi PKS DPRD Kota Makassar menyumbangkan dana Perjalanan Dinas Pembekalan di Depdagri sebesar Rp 25 juta rupiah.


"Ini bentuk keprihatinan kepada saudara-saudara kita di Sumbar yang menjadi korban Gempa dan sudah menjadi tradisi PKS jika terjadi bencana kita langsung tanggap dengan memberikan bantuan kepada korban," kata Ketua Fraksi PKS Kota Makassar Asriady Samad di Makassar, Jumat (2/10).


Dana tersebut, berasal dari jumlah fraksi PKS di DPRD Makassar yang sebanyak lima orang jadi. Sehingga jika dijumlahkan sebesar Rp 25 juta. Sedangkan, biaya perjalanan Dinas Pembekalan FPKS nantinya, mereka akan menggunakan kocek sendiri.

"Pembekalan itu juga penting bagi anggota dewan, makanya kita tetap akan berangkat tetapi menggunakan uang pribadi masing-masing anggota dewan," tuturnya.

Dana yang terkumpul langsung diserahkan ke Pos Penanggulangan Bencana (P2B) DPP PKS di Jakarta untuk disalurkan kepada Korban gempa di Sumbar. [jib]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/02/162913/pks-sulsel-sumbang-rp-25-juta-ke-sumbar/


Koalisi SBY Retak Akibat MPR?

R Ferdian Andi R
Susilo Bambang Yudhoyono
(inilah.com /Agung Rajasa)


INILAH.COM, Jakarta - Pemilihan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sepertinya menjadi penanda retaknya koalisi SBY-Boediono. Meski diyakini, tidak akan berimplikasi serius, tetap saja jika tak hati-hati mengemas pemilihan Ketua MPR, taruhannya disharmoni koalisi.


Konstalasi pemilihan Ketua MPR jauh lebih dinamis dibandingkan dengan pemilihan Ketua DPR. Karena dari UU MPR, DPR, DPD, DPRD, desain pemilihan Ketua MPR memang menjadi pasar bebas.


Apalagi, Mahkamah Konstitusi (MK) telah membuka keran bagi anggota DPD untuk maju dalam pemilihan Ketua MPR. Hal ini berbeda dengan kursi Ketua DPR yang secara otomatis diraih pemenang pemilu legislatif.

Jika tak ada aral melintang, pemilihan Ketua MPR akan digelar pada Sabtu (3/10) besok. Sedikitnya tiga nama yang muncul di bursa pemilihan Ketua MPR yakni Taufik Kiemas, Hidayat Nur Wahid, dan Ginandjar Karatasasmita.

Dari tiga nama tersebut figur Taufik cukup dominan. Beberapa partai politik peserta koalisi SBY-Boediono pagi-pagi memberikan dukungan pada Taufik Kiemas. Sebut saja PPP, PKB, Partai Demokrat, termasuk Partai Golkar juga mendukung TK. Golkar merupakan partai di luar peserta koalisi SBY.

Meski demikian, PKS sebagai peserta koalisi SBY, berada di luar barisan pendukung TK. Karena, untuk posisi Ketua MPR, PKS tetap bersikukuh mencalonkan Hidayat Nur Wahid (HNW) sebagai Ketua MPR. Merasa terjepit dalam pencalonan HNW, PKS kini melakukan strategi merangkul kalangan DPD.

“Sebaiknya PD, PKS, PAN, PPP dan PKS bersepakat dengan paket calon yang dikombinasikan dengan unsur calon DPD,” kata politisi PKS Mahfudz Siddiq kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (2/10).

Menurut dia, langkah ini harus ditempuh karena usai putusan MK membolehkan DPD mencalonkan Ketua MPR, dikhawatirkan ada upaya sapu bersih unsur pimpinan MPR oleh unsur DPR. “Partai-partai koalisi pemerintahan SBY berkewajiban menjaga proporsionalitas pimpinan MPR dari unsur DPR dan DPD,” imbuhnya.

Langkah dan sikap PKS ini cukup dimaklumi, karena dalam mengusung jago Ketua MPR, PKS sendirian. Alih-alih mendapat sokongan dari partai koalisi SBY, PKS justru seperti ditinggal oleh partai koalisi SBY tak terkecuali Partai Demokrat.

Sementara PPP kukuh mencalonlan TK sebagai Ketua MPR dengan komposisi gabungan PDIP-Golkar-PPP-PKB-DPD. Menurut politisi PPP Lukman Hakim Saefudin, TK tetap dijagokan sebagai Ketua MPR. “Ketuanya Taufik Kiemas,” tandasnya.

Direktur Eksekutif Charta Politika Bima Arya Sugiarto yang juga penasehat kampanye SBY-Boediono dalam Pemilu 2009 lalu menilai kemungkinan koalisi SBY akan mendukung TK sebagai Ketua MPR. “Koalisi kemungkinan hanya mendukung Taufik jadi Ketua MPR tapi mungkin juga koalisinya permanen,” paparnya.

Meski demikian, ia menilai, peluang Hidayat Nur Wahid untuk maju kembali sebagai Ketua MPR masih bepeluang. Menurut dia, jika SBY mengarahkan dukungan pada Hidayat Nur Wahid berarti SBY berorientasi untuk mengamankan koalisi. “Jika SBY mau Hidayat, berarti untuk mengamankan koalisi,” cetusnya.

Belajar dari pengalaman, sepertinya, SBY akan memilih opsi mendukung TK sebagai Ketua MPR daripada Hidayat Nur Wahid. Kepercayaan politik yang tinggi yang dimiliki SBY saat ini, semakin menyurutkan niat PKS untuk menjagokan Hidayat. Jika demikian, akankah ajang pemilihan Ketua MPR ini koalisi SBY kisruh? Kita lihat saja. [E1]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/02/162872/koalisi-sby-retak-akibat-mpr/


Pilih Hidayat Nurwahid, SBY Amankan Koalisi

Ajat M Fajar - Okezone
Presiden SBY (Foto: presidensby.info)

JAKARTA - Taufiq Kiemas merupakan salah satu nama yang paling mencuat dalam bursa calon Ketua MPR. Namun jika tidak ada kesepakatan antara Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Demokrat, Taufiq Kiemas bisa digeser oleh Ginanjar Kartasasmita.

"Koalisi kemungkinan hanya untuk mendukung Taufiq jadi Ketua DPR tapi mungkin juga koalisinya permanen," ujar pengamat politik Bima Arya dalam diskusi di Jakarta, Jumat (2/10/2009).

Namun masih ada kemungkinan lain. Menurut Bima, Hidayat Nurwahid juga masih memiliki peluang yang cukup besar.

"Jika SBY mau Hidayat, berarti untuk mengamankan koalisi," imbuhnya.

Seperti diketahui, berdasarkan uji materi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 oleh Mahkamah Konstitusi (MK), anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) akhirnya bisa ikut memperebutkan kursi Ketua MPR. Proses pemilihannya pun dilakukan dalam rapat paripurna MPR, bukan di rapat paripurna DPD dan DPR. Sebelumnya, posisi Ketaua MPR hanya diberikan kepada anggota DPR. (lam)

Sumber : http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/10/02/339/262110/pilih-hidayat-nurwahid-sby-amankan-koalisi


Taufiq Kiemas Hampir Pasti Ketua MPR

Pendampingnya dari Partai Golkar dan PPP.

Arfi Bambani Amri, Anggi Kusumadewi
Hatta Rajasa bersama Taufiq Kiemas (VIVAnews/Tri Saputro)
VIVAnews - Dukungan terhadap pencalonan Taufiq Kiemas sebagai Ketua MPR periode 2009-2014 makin deras mengalir. Ketua Fraksi Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, siang ini menyatakan persetujuan partainya terhadap pengajuan nama Taufiq Kiemas sebagai pimpinan tertinggi MPR mendatang guna menggantikan Hidayat Nur Wahid.

"Taufiq Kiemas mendapat dukungan penuh dari Demokrat, PAN, dan PPP," ujar Priyo. Sebelumnya, Ketua Fraksi PKB, Marwan Ja'far, dalam konferensi pers terpisah, juga menegaskan hasil lobi-lobi yang mengarah pada pembentukan koalisi besar antara Demokrat, PDIP, Golkar, PPP, PKB, PAN, dan DPD, untuk meloloskan Taufiq Kiemas ke tampuk pimpinan MPR.

Koalisi besar tersebut tampaknya semakin membuat PKS yang ingin kembali mencalonkan Hidayat Nur Wahid sebagai Ketua MPR 2009-2014 terjepit. Berdasarkan peta politik terakhir di parlemen tersebut, praktis tidak ada dukungan sama sekali bagi Hidayat kecuali dari PKS.

Bagaimanapun, Priyo menegaskan bahwa Taufiq maupun Hidayat adalah tokoh senior bangsa yang memiliki track record baik dan sejarah politik panjang. Oleh karena itu, PKS terus diajak untuk melakukan komunikasi politik secara intensif, guna mencairkan sikap partai terbesar keempat di parlemen tersebut. "Sangat mungkin PKS juga akan bergabung bersama kami," kata Marwan Ja'far.

Priyo juga menegaskan dukungan partainya kepada PPP untuk menduduki kursi Wakil Ketua MPR. "Kami akan menyokong calon dari PPP, karena PPP belum mendapatkan kursi di kepemimpinan DPR," tutur Priyo

Terlebih, lanjut Priyo, figur yang akan diajukan oleh PPP adalah mantan Ketua Fraksi PPP, Lukman Hakim Syaifuddin, yang dirasa sangat cocok dengan Golkar. Golkar sendiri mengajukan Hajriyanto Thohari, Sekretaris Fraksi Golkar, sebagai Wakil Ketua MPR. "Lukman dan Hajriyanto ini sangat klop," kata Priyo mengungkapkan optimismenya.

Dengan demikian, paket pimpinan MPR yang akan diajukan oleh koalisi besar adalah Taufiq Kiemas dari PDIP sebagai Ketua MPR, dan Hajriyanto Thohari dari Golkar serta Lukman Hakim Syaefuddin dari PPP sebagai Wakil Ketua MPR.

Sementara itu, sisa dua kursi Wakil Ketua MPR lainnya kemungkinan akan diserahkan kepada DPD. "Tapi situasi masih cair dan dinamis, sehingga perkembangan apapun dapat terjadi sampai malam nanti," ujar Priyo menutup perbincangan.

Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/94048-taufiq_kiemas_hampir_pasti_ketua_mpr


Jumat, 02 Oktober 2009

Taujih Ust. Dr. Hidayat Nur Wahid di Houston

Thursday, 16 July 2009 09:31


Houston, Texas - Pada hari Rabu (15 July 2009) setelah sholat subuh berjamaah bertempat di Masjid Al-Farouq, Houston, Texas Amerika Serikat, Ust. Dr. Hidayat Nur Wahid berkesempatan untuk memberikan taujih kepada Kader PKS di Amerika Utara disela-sela agenda padat beliau selama kunjungan ke Washington DC dan Houston, Texas, Amerika Serikat.


Acara ini didengarkan oleh seluruh Kader PKS dari ujung timur New York sampai ke ujung barat di LA, dari utara Boston sampai selatan San Diego.


Ust. menceritakan apresiasi yang ditunjukkan oleh Anggota Congress Amerika Serikat terhadap kemajuan Demokrasi yang dilaksanakan di Indonesia. Namun masih ada saja kekhawatiran dari mereka akan adanya hidden agenda dari PKS.
Beberapa hal yang pernah Ust sampaikan dihadapan Anggota Congress, Mantan Menhan AS, dan Mantan PM Singapura untuk menepis kekhawatiran tersebut adalah:


1. Pada tingkat lokal, PKS telah membuktikan baik di kota metropolitan Jakarta yang selalu dimonitor oleh media massa atau di daerah terpencil seperti Halmahera Selatan, bhw PKS tidak membuat Perda yang menganaktirikan kaum minoritas.

2. Pada tingkat Nasional spt lembaga MPR juga mengedepankan kepentingan Bangsa.

3. Pada bidang executive, Mentan dan Menpora tidak mengutamakan hanya petani Muslim atau atlet Muslim.

4. Benar PKS membantu Aceh yang mayoritas Muslim, tapi PKS juga menbantu korban gempa P. Roti, gempa Papua, dan banjir di Sumut yang mayoritas non-Muslim. Dalam membantu korban, PKS tidak memandang agama.

Pada akhirnya Ust mengingatkan kita semua untuk bisa terus berkarya karena Islam adalah rahmatan lil'alamin.

Sumber : http://pk-sejahtera.us/index.php?option=com_content&view=article&id=280:taujih-ust-dr-hidayat-nur-wahid-di-houston


Kejarlah Kebajikan Sampai ke Liang Lahat

Asfuri Bahri, Lc
Oleh: Asfuri Bahri, Lc
Kirim Print
bunga-di-es2

Semai Kebaikan Sitiap Waktu, Bak Bunga Cantik

dakwatuna.com – Waktu adalah ladang amal. Allah swt. menyediakannya agar kita menggunakannya sebagai modal penting menggapai ridha-Nya. Keutamaan seseorang di sisi Allah, selain ditentukan oleh keimanan dan amal shalihnya adalah faktor keterdahuluannya dalam keimanan dan amal shalihnya. Tidaklah sama antara orang-orang yang terdahulu masuk Islam -As-Sabiqunal Awwalun- dan orang-orang yang belakangan. Tidak sama antara jamaah yang berada di shaf awal dalam shalat dengan yang berada di barisan paling belakang. Berbeda derajat orang yang hadir di shalat Jumat paling awal dengan yang paling akhir.


Saudaraku…


Menyegerakan amal, itulah ajaran Islam kepada ummatnya. Dalam sebuah kesempatan Rasulullah saw. menasihati para sahabatnya untuk selalu menyegerakan amal saleh, kendati mereka itu manusia-manusia yang teruji keimanannya. Kata Nabi kala itu,


بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا

“Bersegeralah melakukan amal-amal saleh (kebajikan). (Sebab) sebuah fitnah akan datang bagai sepotong malam yang gelap. Seseorang yang paginya mukmin, sorenya menjadi kafir. Dan seseorang yang sorenya bisa jadi kafir, paginya menjadi mukmin. Ia menjual agamanya dengan harga dunia.” (H.R. Muslim)


Demikian pesan Nabi saw. mulia itu juga disampaikan untuk kita. Adakah di antara kita yang selama sehari semalam penuh menjadi seorang mukmin sejati? Bisakah dan mampukah kita selama 24 jam tidak melakukan dosa dan sikap kufur, sekecil apapun kepada Allah Taala? Padahal ketika Allah swt. memberikan waktu 24 jam sehari, transaksinya adalah untuk dipersembahkan kepada Allah swt. semuanya. Pada setiap shalat kita selalu mengumandangkannya kepada Allah.

“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am: 162)

Bukankah ketika kita tidak berempati atas nasib kaum lemah dan tertindas adalah bentuk kekufuran terhadap nikmat? Bukankah di saat kita tidur dan bangun tidur tanpa mengingat Allah, tanda kita lupa kepada-Nya? Bukankah lupa adalah bagian dari kekufuran kita kepada Sang Khaliq?

Saudaraku…

Sesungguhnya fitnah itu lebih cepat bergerak. Sekali kita membiarkannya maka selanjutnya ia akan bersemayam dan berkembang dalam tubuh kita. Begitu cepat dan samarnya sampai menjadikan orang pindah agama, menggadaikannya dengan sedikit kesenangan dunia

Wajar jika sampai-sampai Rasulullah saw. mengingatkan para sahabatnya itu, walau Nabi tahu keimanan para sahabat itu tak akan tertandingi oleh orang-orang sesudahnya.

Dengan apa kita menutup pintu fitnah? Ya, dengan amal shaleh. Apa saja dalam hidup orang beriman bisa menjadi amal kebaikan. Kita membuang sampah pada tempatnya itu amal baik. Berniat tidak bohong itu amal mulia. Mengucapkan salam kepada kawan itu amal yang terpuji. Mendo’akan saudara seiman kendati mereka tak tahu juga amal shaleh. Dan masih banyak lagi amal shaleh, amakl kebajikan yang bisa kita lakukan, sekalipun kita tak memiliki sesuatu.

ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ قَالَ أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرًا

“Orang-orang kaya pergi mendapatkan pahala. Mereka shalat sebagaimana kita shalat, mereka puasa sebagaimana kita puasa. Namun mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Rasulullah bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian apa bisa kalian sedekahkan? Sesungguhnya satu tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan pada hubungan (dengan istri) kalian adalah sedekah.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, apakah seseorang mendatangi istrinya karena syahwatnya, apakah ia mendapatkan pahala?” Beliau bersabda, “Apa menurut kalian kalau dia meletakkannya pada yang haram. Bukankah baginya dosa? Demikian pula jika diletakkan pada yang halal, padanya ada pahala.” (Bukhari Muslim)

Allah swt. dengan keadilan-Nya memberikan peluang amal kepada masing-masing hamba-Nya. Baik orang miskin maupun kaya, masing-masing memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan kebajikan dan mendapatkan ridha Allah. Lebih dari itu, suatu amal tidak dilihat dari kuantitasnya, tapi dilihat dari motivasi dan niatnya. Kualitas amal seseorang tergantung kepada motivasi dan niatnya.

Saudaraku…

Boleh jadi infak seorang buruh sebesar 1000 rupiah, itu sama nilainya dengan infak seorang direktur sejumlah Rp. 1.000.000.000,00. Seorang murid barangkali lebih mulia dengan seorang gurunya, karena si murid lebih sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Sementara sang guru merasa cukup dengan ilmunya.

Menyegerakan amal kebajikan tentu akan memberi nilai tambah bagi pelakunya sendiri. Menyegerakan berbuat baik berarti mempercepat dirinya mendapatkan ampunan (maghfirah) dari Allah. Kenapa? Sebab, kita telah berupaya menutup pintu-pintu kemungkaran dan kebatilan. Dengan demikian pula, Allah akan membukakan kebahagiaan, yakni, surga. Itu semua hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang bertaqwa.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran:133)

Mengapa kita mesti menyegerakan amal?

1. Karena asset waktu yang kita miliki hanyalah saat ini. Apa yang terjadi nanti dan esok hari kita tidak tahu. Kemarin bukan lagi milik kita, ia telah berlalu dan tidak akan kembali lagi. Kebaikan dan keburukan yang kita kerjakan kemarin tidak bisa kita ulang lagi. Ia menjadi kenangan saat ini. Jika kebaikan, bersyukurlah kita, dan jika keburukan menyesallah bersama orang-orang yang menyesal. Masih beruntung jika kita bersyukur hari ini, bukan saat di mana penyesalan tidak ada artinya lagi. Esok hari juga belum menjadi milik kita, ia ada di alam gaib yang hanya Allah swt. yang tahu. Kita tidak tahu apakah esok hari masih bisa menghirup udara pagi?

2. Karena amal kita tidak mungkin dikerjakan orang lain. Masing-masing orang akan datang kepada Allah dengan amal perbuatan yang dikerjakannya sendiri di dunia. Keshalihan orang tua tidak bisa diandalkan anaknya. Seorang suami tidak akan selamat dari murka Allah karena amal perbuatan istrinya. Kita boleh bangga terhadap pemimpin, orang tua, anak, guru, dan suami atau istri kita karena keshalihan mereka. Kebanggaan kita tidak bisa berbicara banyak di hadapan pengadilan Allah swt.

3. Karena kemuliaan derajat seseorang di sisi Allah swt. disebabkan oleh kesungguhannya dalam merespon seruan kebajikan dan mengamalkannya. Orang tua akan senang jika menyuruh anaknya mengerjakan sesuatu lalu dikerjakan segera. Sebaliknya ia akan marah jika si anak menunda-nunda mengerjakannya. Demikian pula Allah Ta’ala. Seruan kebajikan dikumandangkan untuk segera diamalkan.

4. Karena setiap waktu ada momentnya sendiri. Setiap waktu ada tuntutan amalnya. Banyak sekali amal perbuatan yang sangat terkait dengan waktu. Yang ketika waktunya berakhir, berakhir pula kesempatan untuk mengerjakannya. Seperti shalat, puasa, haji, berkurban, dan lain sebagainya.

5. Kesempatan beramal juga diberikan kepada seseorang pada waktu-waktu tertentu. Orang kaya diberi kesempatan beramal dengan kekayaannya. Orang berilmu diberi kesempatan beramal dengan ilmunya. Seorang pimpinan diberi kesempatan beramal dengan kekuasannya. Jangan sampai Allah swt. mencabut kesempatan itu dan tidak bisa lagi berbuat. Kesehatan, waktu luang, hidup, masa muda, dan kekayaan adalah kesempatan untuk beramal.

Saudaraku…

Tidak ada waktu lagi untuk berpikir. Saat inilah waktumu. Segeralah beramal sesuai dengan tuntutan waktunya. Kejarlah kebajikan sampai ke liang lahat. Wallahu A’lam.

Sumber : http://www.dakwatuna.com/2009/kejarlah-kebajikan-sampai-ke-liang-lahat/

PKS Terjunkan Tim Dokter ke Sumbar

Abdullah Mubarok

(google earth)


INILAH.COM, Jakarta - Dampak dari gempa 7,6 SR yang menggoyang Sumatera Barat, sungguh memprihatinkan. Setelah menyumbang uang Rp 50 juta, PKS mengirim tim dokter untuk membantu para korban gempa di Sumatera Barat.


Siaran pers yang diterima INILAH.COM, Jakarta, Jumat (2/10), tim tersebut akan berada di Padang hingga 5 Oktober ini, yang terdiri dari 6 orang dokter spesialis dan 1 koordinator.


Mereka yang diberangkatkan adalah Dr Agoes Kooshartoro (Spesialis Penyakit Dalam), Dr Kuntadi (Spesialis Bedah Orthopedi), Dr.Achmad Zaki (Residen bedah Ortho), Dr. Ahmad Jamaluddin (dokter Emergency), Dr Muhammad Faizi, dan Dr Ardiyan (Spesialis Anestesi), dan Ady Supratikto (koordinator tim).

Selain itu, Presiden PKS Tifatul Sembiring, Kamis (1/10) kemarin, telah menginstruksikan seluruh kader PKS untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin kepada para korban. PKS Aceh juga telah mengirim 2 orang Dokter, 2 Perawat dan sejumlah relawan membawa obat-obatan dan makanan.

"Kita prihatin atas banyaknya korban jiwa di Padang dan sekitarnya. Pemerintah, LSM dan parpol harus bahu membahu membantu para korban," ujar politisi yang kampungnya di Bukittinggi terkena musibah gempa juga. [bar]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/02/162520/pks-terjunkan-tim-dokter-ke-sumbar/