Senin, 14 September 2009

Dijamin SBY Dapat Kursi, PKS Lebih Sejuk

Raden Trimutia Hatta
Susilo Bambang Yudhoyono
(inilah.com /Agung Rajasa)


INILAH.COM, Jakarta - Suasana kebatinan PKS kini menjadi lebih sejuk dengan adanya pernyataan dari SBY yang menjamin bahwa mitra koalisi akan mendapatkan kursi yang proporsional. PKS tidak lagi menerka-nerka dan khawatir tak kebagian kursi.


"Kita ucapkan terima kasih, karena ucapan itu membuat sejuk sesuai dengan jiwa Ramadhan saat ini yang bersih dan tidak ada prasangka," ujar Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminuddin kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (14/9).


Meski begitu, Hilmi mengatakan, sampai saat ini belum ada rekomendasi apapun soal nama-nama menteri dari kader PKS kepada SBY. Sebab, hal itu baru akan dibahas PKS diwaktu-waktu mendekati 1 Oktober.

"Kita belum membahasnya karena masih lama. Biasanya kami membahas soal itu kalau sudah dekat. Kalau masih jauh sudah bicara begitu, nanti kita bisa digoreng-goreng," ungkapnya.

Sebelumnya, dalam acara buka puasa bersama SBY-Boediono dengan 24 parpol mitra koalisinya, SBY mengatakan akan melanjutkan kebersamaan selama 5 tahun ke depan dengan seluruh parpol yang telah berjuang memenangkannya. Kebersamaan itu mencakupi seluruh elemen, di kabinet, lembaga-lembaga pemerintahan, DPR hingga DPRD. [mut]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/09/14/155537/dijamin-sby-dapat-kursi-pks-lebih-sejuk/

PDIP-Golkar Gabung, PKS Tak Masalah

Raden Trimutia Hatta
Tifatul Sembiring
[inilah.com /Dokumen]


INILAH.COM, Jakarta - Niat PDIP dan Golkar bergabung dalam kabinet baru SBY kini tak jadi soal bagi PKS. Hal ini diungkapkan Presiden PKS Tifatul Sembiring, begitu ia meyakini bahwa separuh dari 33 pos kementerian di kabinet SBY-Boediono akan diisi oleh kader-kader parpol.


"Kalau benar pernyataan Tifatul seperti itu, maka dapat dipastikan menteri parpol bukan hanya di isi dari mitra awal koalisi SBY. Tapi juga dari PDIP dan Golkar," ujar peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi, kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (14/9).


Menurut Burhan, jika jumlah kementerian tidak berubah yakni di kisaran 33 menteri, maka jatah 17 menteri dari parpol itu terlalu banyak bagi SBY untuk membentuk zaken kabinet atau kabinet kerja. Bila ternyata nantinya SBY benar-benar mendudukan 17 kader parpol pada kursi menteri maka maka kabinet SBY-Boediono tak ubahnya kabinet SBY-JK saat ini.

"Bisa saja menteri parpol masuk asalkan memenuhi prinsip profesionalitas, kompetensi dan pakta integritas. Tapi faktanya selama ini menteri dari parpol kurang profesional. Porsi yang ideal adalah 60-70% menteri dari profesional dan 30-40% menteri dari parpol," katanya.

Sebelumnya, Tifatul mengatakan, dari 33 pos kementerian, 17 kursi akan diisi dari parpol dan sisanya profesional. Menurutnya, kader parpol yang akan duduk di kursi menteri SBY itu nantinya merupakan kader-kader parpol yang selama ini juga berasal dari kalangan profesional. Ia juga menekankan bahwa para menteri yang akan mengisi kabinet nanti juga haruslah dapat profesional di birokrasi. [mut]

Sumber : http://pemilu.inilah.com/berita/2009/09/14/155603/pdip-golkar-gabung-pks-tak-masalah/

PKS: Ketua MPR non Koalisi Menakutkan

Fika Muftiarini
Hidayat Nurwahid
(inilah.com /Dokumen)


INILAH.COM, Jakarta - Jika ketua MPR bukan berasal dari kader mitra koalisi, PKS mengkhawatirkan Presiden SBY bisa diimpeachment (dimakzulkan). Sungguh menakutkan di tengah-tengah pemerintahan berjalan, SBY dilengserkan.


Hal tersebut diungkapkan Presiden PKS Tifatul Sembiring usai buka puasa bareng SBY-Boediono di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (13/9). "Karena kalau ada impeachment itu menakutkan. Kalau ketua MPR dari mitra koalisi kan bisa konsolidasi," ungkapnya.


Sebelumnya diwartakan, PKS akan sekuat tenaga mempertahankan jabatan ketua MPR agar diduduki kadernya, meski Demokrat telah memberikan sinyal memberikan jabatan itu kepada Ketua Deperpu PDIP Taufik Kiemas (TK).

PKS menganggap jika TK benar-benar menjabat, maka sangat berbahaya. SBY bisa-bisa mendapatkan pemakzulan bila ada kebijakan yang tidak populis.

Bila ketua MPR kembali dijabat kader PKS maka keberlangsungan jalannya pemerintahan selama lima tahun ke depan tidak akan mengalami kendala. Selain itu, bila diserahkan ke parpol di luar koalisi awal, maka akan muncul persepsi publik bahwa koalisi SBY-Boediono hanya tukar menukar seperti politik dagang sapi. [bar]

Sumber ; http://www.inilah.com/berita/politik/2009/09/13/155426/pks-ketua-mpr-non-koalisi-menakutkan/

Tifatul Usulkan Kementerian Anak

Fika Muftiarini
Tifatul Sembiring
(inilah.com /Dokumen)


INILAH.COM, Jakarta - Susunanan kementerian yang ada sekarang ini dinilai Presiden PKS Tifatul Sembiring masih kurang. Karena tidak mengakomodir kepentingan anak. Sehingga, Tifatul mengusulkan perlu adanya Kementerian Anak.


"Saya juga mengingatkan yang selama ini profesional tidak profesional banget-banget. Saya malah ingin menambah satu lagi yaitu Kementerian Anak," imbuhnya usai acara buka puasa bersama dengan SBY-Boediono dan tim sukses dan para relawan, di JCC, Minggu (13/9).


Dijelaskan dia, mengapa Kementerian Anak perlu dibentuk, karena secara kuantitas anak Indonesia berjumlah 80 juta. Sehingga dengan jumlah sebanyak itu, sebuah lembaga yang mengurusi anak mutlak diperlukan.

"Masak tidak ada menterinya. Di Inggris saja ada. Karena pendidikan anak tidak ditangani oleh Depdiknas secara khusus. Ya kalau ini kompetisi profesional harus dari anak-anaknya dulu," ujar Tifatul.

Mengenai komposisi kabinet, menurut dia, SBY pernah mengatakan kepadanya jika parpol mitra koalisi akan mendapat sekitar 17 kursi dari 33 kursi menteri yang ada. Sedangkan sisanya akan diberikan kepada kalangan profesional.

"Ini juga menegaskan yang menyangka dari parpol tidak profesional, tapi bukan sekadar bagi-bagi (kekuasaan)," jelas Tifatul. [jib]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/09/13/155425/tifatul-usulkan-kementerian-anak/

PKS Tak Takut Saingi PPP di Ketua MPR

Mevi Linawati
Zulkieflimansyah
(ist)


INILAH.COM, Jakarta - Selain Ketua Deperpu PDIP Taufiq Kiemas hadir pula PPP yang ikut meramaikan bursa ketua MPR. PKS yang juga masuk dalam bursa engaku tidak takut dengan PPP meski sama-sama tergabung dalam koalisi.


Wakil Sekjen PKS Zulkieflimansyah menuturkan, untuk solidaritas koalisi sebaiknya masalah Ketua MPR dibicarakan terlebih dahulu dengan partai koalisi secara bersama-sama. PKS juga menyatakan tidak khawatir tersaingi pada siapapun calon yang akan diajukan dari partai-partai koalisi.


"Karena kami ada calon terbaik dan untuk tantangan ke depan yang lebih berat, sebenarnya tidak perlu bersaing," katanya kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (13/9).


Karena itu, menurutnya, PKS mengaku tidak keberatan jika PPP memiliki keinginan untuk meraih jabatan sebagai Ketua MPR. Yaitu bila mesti bersaing dengan calon kuat PKS Hidayat Nur Wahid.

"Ya kalau kita lihat sah-sah saja, karena setiap partai apapun bisa mengajukan calon ke MPR. PKS terbuka untuk membicarakannya semua," ujarnya.

Menurutnya jika sudah ada pembicaraan dan sudah ada yang memutuskan siapanya, PKS kata Zul akan menghormati setiap keputusan. "Bukan pada tempatnya lagi kata-kata 'pokoknya'. Jabatan harus dimaknai dengan pengabdian," imbuh Zul. [mvi/jib]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/09/13/155350/pks-tak-takut-saingi-ppp-di-ketua-mpr/

PKS: Godzila, Power Game Kejagung

Mevi Linawati
Soeripto
(inilah.com /Dokumen)


INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan Jaksa Agung Hendarman Supandji yang mengumpamakan Kejaksaan Agung dan Polri seperti Godzila dalam kasus bank Century tidak tepat. Kejagung dinilai sudah masuk dalam ranah power game yaitu menggunakan kekuasaan dalam menangani suatu kasus.


"Saya lihat Kejagung ini seharusnya melihat diri bukan dengan power game soal penanganan hukum," ujar Wakil Ketua Komisi III Soeripto kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (13/9).


Soeripto menuturkan, tidak peduli apapun kasusnya. Karena, semua kasus seharusnya diusut dan menjadi tanggungjawab kejagung. "Artinya kalau dalam kasus Bank Century siapapun backing-nya yang terlibat, ya mestinya sesuai dengan pedoman hukum saja," katanya.

Tak hanya itu, kata Soeripto, Kalau Kejagung melihat kasus dengan kacamata kekuasaan seperti ini ranahnya menjadi berbeda dalam penanganan hukum. "Jadi politik game. Kejagung jangan dilibatkan dalam permainan tersebut, yang lempeng saja, itu saja," imbuh Soeripto yang juga Ketua Majelis Dewan Pakar PKS.

Soeripto juga menyatakan jika dirinya mendapat pesan singkat dari Ketua Komisi III Trimedya Pandjaitan yang mengusulkan akan memanggil Kapolri mengenai disebutnya anggota Kepolisian inisial SD dalam kasus Bank Century. "Saya setuju untuk dipanggil, rencananya Senin depan," jelas Soeripto. [mvi/jib]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/09/13/155272/pks-godzila-power-game-kejagung/

PKS: Kami Pegang Janji SBY

Penekanan itu pada pernyataan SBY soal jaminan kursi di kabinet bagi partai koalisi.
Ismoko Widjaya
Tifatul Sembiring, Hatta Rajasa, SBY, dan Boediono (Abror Rizki)
VIVAnews - Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjamin partai koalisi pendukung SBY-Boediono akan masuk dalam kabinet. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak kaget atas pernyataan itu.

"Kami pegang omongannya (SBY). Karena, pemimpin itu yang dipegang pernyataannya," kata juru bicara PKS, Ahmad Mabruri, dalam perbincangan dengan VIVAnews, Minggu, 13 September 2009 malam.
Pernyataan yang dimaksud Mabruri terutama adalah yang sudah disampaikan SBY dalam acara syukuran dan buka puasa bersama 24 partai koalisi. Penekanan itu pada pernyataan SBY soal jaminan kursi di kabinet bagi mitra koalisi.

"Yang jelas, koalisi sudah berjuang bersama dan melanjutkan pembangunan," ujar dia. Dengan pernyataan SBY di hadapan mitra koalisi itu, PKS semakin yakin akan komitmen yang telah disepakati sejak awal.

Apakah PKS semakin tenang akan dapat kursi di kabinet? "Dari dulu, kami selalu tenang. Kami tidak pernah grasa-grusu," ujar Mabruri.

Sebelumnya, SBY secara tidak langsung menjamin para mitra koalisi yang telah berjuang sejak awal, akan mendapat kursi di kabinet berikutnya. Karena, kebersamaan yang dirajut sejak awal akan terus dilanjutkan.

"Kita bersepakat telah berjuang bersama-sama. Insya Allah kita akan melanjutkan kebersamaan mendatang," kata SBY dalam acara syukuran dan buka puasa bersama.

Menurut SBY, banyak yang bertanya kepada dirinya, kebersamaan itu diwujudkan dalam bentuk apa.

"Pertama jelas, kebersamaan di DPR, DPRD, dan DPD. Kedua, kebersamaan di kabinet. Baik pusat maupun pemerintahan daerah," ujar SBY yang disambut antusias peserta yang hadir.

Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/90033-pks__kami_pegang_janji_sby

PKS: 17 Menteri Parpol Isi 33 Kursi Kabinet

Sebanyak 17 menteri diantaranya berasal dari partai koalisi.
Ismoko Widjaya, Aries Setiawan
(Antara/ Widodo S Jusuf)
VIVAnews - Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mulai menyusun kabinet setelah 1 Oktober mendatang. 'Bocoran' dari partai koalisi, rencananya akan ada 33 menteri yang akan masuk ke kabinet berikutnya.

"Dari partai politik ada 17 (orang) itu dari 33 (menteri) dan sisanya profesional," kata Presiden PKS, Tifatul Sembiring, usai syukuran 24 partai pendukung SBY-Boediono, di Jakarta Convention Centre, Minggu, 13 September 2009.

Meski hanya 17 orang yang berasal dari partai politik, Tifatul menegaskan, bukan berarti mereka itu tidak profesional. Karena, partai politik yang mengirimkan 'duta' ke kabinet adalah sosok yang tak kalah profesional juga.

"Saya ingin mengatakan, yang profesional sekarang juga tidak profesional-profesional banget kok. Maksud saya, kedua-duanya juga harus profesional," ujar politisi yang disebut akan menjadi salah satu menteri ini.

Tifatul menilai, jumlah 33 menteri di kabinet dirasa masih kurang. Satu pos kementerian yang dinilai segera dibentuk adalah Kementerian Anak.

"Karena 40 juta anak Indonesia tidak ada menterinya. Sedangkan 13 juta tenaga kerja itu ada menterinya. Di Inggris saja ada Kementerian Anak. Ini bisa mengurangi pengaruh negatif," ujar dia.

Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/90025-pks__17_menteri_parpol_isi_33_kursi_kabinet

Tifatul: Tak Seru Bila Golkar & PDIP Gabung

Sebaiknya, Golkar dan PDIP konsisten dengan sikapnya.
Ismoko Widjaya, Aries Setiawan
Presiden PKS Tifatul Sembiring. (VIVAnews/Tri Saputro)
VIVAnews - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai koalisi SBY-Boediono memberikan saran sebaiknya Golkar dan PDI Perjuangan untuk tidak merapat. Sebaiknya, dua partai besar yang menjadi rival SBY-Boediono di Pemilu Presiden itu, konsisten dengan sikapnya.

"Saya lebih cenderung PDIP dan Golkar menjadi oposisi. Supaya seimbang, kalau bergabung jadi tidak seru," kata Presiden PKS, Tifatul Sembiring, usai syukuran 24 partai pendukung SBY-Boediono, di Jakarta Convention Centre, Minggu, 13 September 2009.

Menurut Tifatul, Golkar dan PDI Perjuangan sebaiknya konsisten untuk menjalankan kebijakannya. Akan sangat baik bila akhirnya Golkar dan PDI Perjuangan memutuskan untuk menjadi oposisi.

Tetapi, bila sebaliknya terjadi, maka "akan terjadi demokrasi yang semu. Saya kurang setuju. Karena nanti pemerintahan tidak ada yang kritis. Semua berjalan bagus," ujar politisi yang disebut-sebut akan menjadi salah satu menteri di kabinet berikutnya ini.

Tifatul menilai, PKS dan mitra koalisi SBY-Boediono sudah memutuskan sikap bersama-sama sejak awal. Bahkan sebelum Pemilu Presiden digelar.

Maka, Tifatul pun menyindir bila ada yang tidak berjuang sejakawal tetapi masuk dalam pemerintahan. "Karena ada yang tidak berkeringat," ujar dia.


Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/90023-tifatul__tak_seru_bila_golkar___pdip_gabung

Minggu, 13 September 2009

Peluang Kecil, PPP Dapat Wakil Ketua MPR

Mevi Linawati
Lili Romli
(ist)


INILAH.COM, Jakarta - Pertarungan PPP dalam memperbutkan kursi Ketua MPR diantara PDIP dan PKS dinilai berat. Karena minimnya peluang tersebut, PPP dianggap hanya akan memeroleh kursi Wakil Ketua MPR.


"Saya pikir, untuk ketua MPR peluangnya kecil. Mungkin akan dapat wakil saja," ujar pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI ), Lili Romli kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (13/9).


Menurut Lili, kecilnya peluang tersebut karena keinginan dari Ketua Deperppu PDIP Taufiq Kiemas yang begitu kuat untuk meraih jabatan sebagai Ketua MPR. Apalagi kunci jabatan Ketua MPR terletak di tangan Partai Demokrat yang mendukung suami Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ini.

"Dengan pertukaran komitmen, walau tidak masuk dalam pemerintahan itu diharapkan PDIP tidak galak lagi, kan sudah ada balas budi," katanya.

Tak hanya itu, lanjut Lili, makin beratnya posisi PPP dan PKS karena TK sudah memuji-muji SBY seperti dalam sidang di DPR beberapa waktu yang lalu. "Jadi untuk PPP, karena tidak dapat kursi pimpinan di MPR, posisi wakil pun bisa dibicarakan," tandas Lili yang juga pengajar FISIP UI ini. [mvi/jib]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/09/13/155213/peluang-kecil-ppp-dapat-wakil-ketua-mpr/