Rabu, 28 Oktober 2009

Luthfi Hasan Tokoh Senior, Suksesi Presiden PKS Tanpa Gejolak

Hery Winarno - detikNews


Jakarta - Pjs Presiden PKS akan dijabat oleh salah satu tokoh senior PKS, Luthfi Hasan Ishaq. Suksesi kepemimpinan pasca terpilihnya Tifatul Sembiring sebagai Menkominfo berjalan mulus karena Luthfi merupakan tokoh senior yang disegani di internal PKS.

"Ustad Luthfi itu tokoh senior. Semua kader tahu siapa Ustad Luthfi dan kiprahnya. Karena itu proses suksesi Presiden PKS dari Pak Tifatul mulus tanpa gejolak di internal," kata Ketua DPP PKS Zulkieflimansyah kepada detikcom, Minggu (15/10/2009).

Menurut pria yang juga menjadi anggota DPR ini, kemampuan Luthfi dalam memimpin organisasi tidak perlu diragukan lagi. Selain itu, wibawa dan kharismanya juga sangat tinggi karena kemampuannya di berbagai bidang.

"Semua kader mengakui kemampuan dan kharisma Ustad Luthfi. Karena itu, semua kader PKS yakin performance partai lebih siap menghadapi Pemilu 2014," paparnya.

Saat ditanya soal pengalaman Luthfi di panggung politik tanah air, Zul menjelaskan bahwa pada periode 2004-2009 Luthfi sudah menjadi anggota DPR. Para periode 2009-2014 dia juga terpilih lagi. Bahkan sempat melakukan serah terima jabatan sebagai Ketua Komisi I yang ditinggalkan Tifatul Sembiring.

Tetapi karena Luthfi harus memegang posisi Presiden PKS, jabatan Ketua Komisi I diserahkan kepada Kemal Stamboel. Hal ini untuk lebih mengkonsentrasikan diri kepada tugas-tugas baru sebagai Pjs Presiden PKS.

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/10/25/110203/1227933/10/luthfi-hasan-tokoh-senior-suksesi-presiden-pks-tanpa-gejolak


‘SBY, Jangan Ragu Loyalitas PKS’

‘SBY, Jangan Ragu Loyalitas PKS’
Anis Matta
(inilah.com)


INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diharapkan tidak ragu terhadap loyalitas kader PKS di Kabinet Indonesia Bersatu II. Sebab, mereka yang menjalankan tugas-tugasnya sebagai menteri telah meninggalkan jabatan mereka di partai.


Hal itu diungkapkan Sekjen DPP PKS Anis Matta, di Jakarta, Minggu (25/10). "Agar kader PKS bisa berkonsentrasi penuh di kabinet, maka jabatannya di struktur kepengurusan PKS diganti oleh kader lainnya," tegas Anis.


Pernyataan itu menyikapi pernyataan SBY yang meminta agar menteri-menteri di KIB II yang berasal dari parpol bersikap loyal hanya kepada Presiden. Anis mengatakan agar bisa loyal kepada Presiden, kader PKS di KIB II harus berkonsentrasi pada tugas-tugas sesuai pos menteri yang ditempatinya.


"Agar bisa berkonsentrasi pada tugasnya, kader PKS yang duduk di kabinet tidak boleh merangkap jabatan. Sehingga jabatannya di PKS diganti oleh kader lainnya. Ini salah satu komitmen PKS dalam koalisi dengan Presiden Yudhoyono," katanya.

Komitmen ini, katanya, sejalan dengan aturan AD/ART PKS. Yakni, pimpinan PKS yang mendapat amanah sebagai pejabat publik harus mengundurkan diri dari DPP PKS agar dapat berkonsentrasi menjalankan tugas-tugasnya.

Ada empat kader PKS yang mendapat jabatan sebagai menteri di KIB II. Yakni, Tifatul Sembiring sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Suharna Surapranata sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek), Suswono sebagai Menteri Pertanian, dan Salim Segaf Al Jufri sebagai Menteri Sosial. [*/nuz]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/25/172639/sby-jangan-ragu-loyalitas-pks/


Anis: Luthfi Hasan Bukan Eks Perang Afghan

Bayu Hermawan
Luthfi Hasan Ishaq
(eramuslim.com)


INILAH.COM, Jakarta - Pasca ditetapkannya sebagai Pjs Presiden PKS, mencuat isu Luthfi Hasan Ishaq merupakan alumni perang Afghanistan. Namun hal itu dibantah Sekjen PKS Anis Matta.


"Nggak benar itu, beliau kuliah di Pakistan, mengambil gelar master disana," ujar Anis di Kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu (25/10).


Menurutnya, selama di Pakistan Luthfi Hasan belajar di Punjab University dan mengambil gelar master dalam program Islamic Studies. Luthfi Hasan yang lahir di Malang, Jawa Timur 5 Agustus 1961 ini, juga mempunyai jam terbang cukup tinggi di Eropa.


Selain menguasai beberapa bahasa, Luthfi juga pernah tinggal di Belanda selama beberapa tahun. Ketika itu, mantan Sekjen PK semasa kepemimpinan Nur Mahmudi Ismail ini, bertugas sebagai supervisor pengembangan PKS di Eropa.

Di PKS, namanya bukanlah nama baru, sebab dirinya merupakan salah satu pendiri PK pada tahun 1998, yang merupakan cikal bakal dari PKS. "Terkahir beliau menjabat sebagaui ketua badan hubungan luar negeri DPP, jadi kalau dikatakan sebagai calon penganti terbaik, ya memang bisa dikatakan demikian," jelas Anis.

Sebelumnya beredar kabar, jika Luthfi merupakan alumni perang Adghanistan. [bay/jib]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/25/172594/anis-luthfi-hasan-bukan-eks-perang-afghan/


PKS Tak Persoalkan Gaji Menteri Naik

Bayu Hermawan
Anis Matta
(inilah.com /Dokumen)


INILAH.COM, Jakarta - Belum juga bekerja, gaji menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II dikabarkan bakal naik. Jika pun naik, PKS mengaku tidak terlalu mempersoalkannya.


"Jadi kenaikan gaji menteri ini tidak kita persoalkan. Asalkan volume pekerjaan dan target kinerjanya jelas, sebab gaji itukan mengikuti pekerjaan," ujar Sekjen PKS Anis Matta di PKS, di Jakarta, Minggu (25/10).


Saat ini, menurutnya, kurang tepat jika membicarakan kenaikan gaji. Sementara para menteri baru saja dilantik, Anis mengatakan ini bukan soal momentumnya tapi pada pemerintah.


"Tapi pemerintah, kalau target pertumbuhannya besar pasti akan ada ekspektasi kepada kinerja yang lebih besar dan volume pekerjaan yang besar," ujarnya.

Jika melihat volume pekerjaan yang besar, tuturnya, kenaikan gaji wajar terjadi. Namun, harus terlebih dahulu dijelaskan kepada rakyat apa target kinerja para menteri.

"Sehingga terlihat kenaikan menjadi sebuah hal yang logis. "Kalau sekarang gaji dulu yang dinaikan, sementara target pekerjaannya belum dijelaskan," tanyanya.

Anis Matta juga mengatakan saat ini belum bisa menilai logis tidaknya kenaikan gaji menteri ini. "belum bisa dikatakan apa logis, karena belum ada target kerjanya." jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tengah mengajukan usulan kenaikan gaji bagi para pejabat negara, termasuk para menteri, kepada Presiden. Alasan kenaikan ini karena kenaikan gaji pejabat negara terakhir kali terjadi 5 tahun lalu. [bay/jib]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/25/172576/pks-tak-persoalkan-gaji-menteri-naik/


Tifatul Percaya Lutfi Mampu Pimpin PKS

Mevi Linawati
Tifatul Sembiring
(inilah.com/Wirasatria)


INILAH.COM, Jakarta - Tifatul Sembiring telah menyerahkan tampuk kepemimpinan partai PKS ke pundak Lutfi Hasan Ishaq. Sosok Lutfi dinilai orang yang pas dan mampu memimpin PKS.


"Bagus, dia senior, selama ini dia salah satu ketua DPP. dia bidang luar negeri," ujar mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring usai rapat konsultasi menteri di kantor Wapres, Jakarta, Minggu (25/10).


Tifatul menambahkan, selain senior, Lutfi adalah sosok yang mumpuni. Karena dia sudah dua kali periode di legislatif menempati Komisi I (bidang luar negeri dan pertahanan).


"Jadi sudah disepakati insya Allah bagus," kata Tifatul.

Tifatul Sembiring, adalah presiden PKS yang telah bergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II SBY-Boediono. Tifatul telah dilantik dan menempati posisi sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi pada Kamis 22 Oktober lalu.

Karena peraturan di partai maka Tifatul dan kader PKS yang masuk Kabinet mengundurkan diri dari jabatan fungsional dan struktural. PKS akhirnya menetapkan Lutfi Hasan Ishaq sebagai pejabat sementara presiden PKS sampai waktu Musyawarah Nasional tahun depan.

Tifatul juga mengaku sudah mengundurkan diri dari DPR. Dia digantikan oleh Kemal Sitambul. "Sudah, sudah digantikan pak Kemal Sitambul, sudah sesuai prosedur. Mulai besok pak Kemal aktif," jelas Tifatul. [mvi/jib]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/25/172555/tifatul-percaya-lutfi-mampu-pimpin-pks/


Tifatul Tak Tahu Gaji Menteri Naik

Mevi Linawati
Tifatul Sembiring
(inilah.com /Agus Priatna)


INILAH.COM, Jakarta - Gaji menteri Kabinet Indonesia Beratu jilid II dikabarkan bakal. Namun sala satu menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring mengaku tak mengetahui hal tersebut.


"Wadew saya nggak tahu mau naik," ujar mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring usai rapat konsultasi menteri di Kantor Wapres, Jakarta, Minggu (25/10).



Tifatul mengatakan, dirinya belum mengetahui gaji menteri secara persis. "Kalau gaji menteri naik, siapa yang menentukan naik, saya belum tahu, saya nggak tahu gajinya berapa. Ini masih usaha sendiri," terangnya.

Menurut dia, sebenarnya bukan hanya kabar menteri yang mau naik, tapi dia juga mendengar isu kalau gaji DPR mau naik. "Tapi saya belum terima gaji DPR. Tentu uang yang ada diberikan kepada korban bencana," tutur Tifatul. [mvi/jib]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/25/172553/tifatul-tak-tahu-gaji-menteri-naik/

PKS Dukung Angket Century

Bayu Hermawan
Anis Matta
(inilah.com /Dokumen)


INILAH.COM, Jakarta - Hak angket yang diajukan sebagian anggota DPR terkait kasus kucuran dana talangan Bank Century didukung PKS. Karena, kasus tersebut murni hukum pidana.


"PKS tidak masalah, ini kan masalah hukum biasa, seperti hak angket lainnya," sebut Sekjen PKS Anis Matta di Kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu (25/10).


Ditegaskan dia, hak angket tersebut dapat diteruskan. Selain itu, tidak ada urusannya dengan pemerintah. Karena, sekali lagi, merupakan kasus hukum.


"Kalau kasus hukum seperti ini, kita kan negara hukkum, ikuti saja proses hukum. Tidak ada urusannya dengan koalisi. Memang ini proses politik, tapi kan efeknya ke hukum," terang Anis.


DPR, menurutnya, saat ini masih menunggu hasil audit yang dilakukan BPK. Jika audit tersebut selesai dan diserahkan ke DPR, Anis menambahkan, mak akan direkomendasikan pembentukan hak angket.

"DPR sudah buat rekomendasi dan menurut saya, kalau rekomendasi itu dilanjuti salah satunya menjadi angket," jelas Anis.

Sebelumnya Marwan mengatakan, terkait kasus bailout, setelah diteliti belum ada perbuatan melawan hukum. Karena ada landasan pijakan yaitu perpu No 4/2008 (tentang jaring pengaman sistem keuangan).

Selain itu, alasan lainnya kata Marwan karena parameter akan terjadi hal sistemik yang berefek pada perbankan itu hanya diketahui oleh regulator, dalam hal ini yaitu Depkeu dan BI. Kemudian, karena jangka waktu dana talangan LPS itu hanya 3 tahun dan bisa diperpanjang.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya akan fokus pada 2 tersangka yang kabur. Menurut Marwan, hal sistemik itu adalah regulator masa tenggang waktu pengembalian. Marwan bahkan mengatakan kalau dia mendengar sudah ada pengembalian dana talangan sebagian.

Marwan juga menyatakan, kuatnya indikasi belum ditemukan kesalahan hukum pada pemberian dana talangan ini setelah Kejagung memanggil pejabat BI beberapa waktu yang lalu. [jib]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/25/172539/pks-dukung-angket-century/


Jika Ganggu Tugas, Anis Matta Diganti

JAKARTA - PKS Melakukan perubahan dalam struktur kepengurusannya, untuk menghindari rangkap jabatan para kadernya. Kecuali Sekjen Anis Matta yang merangkap sebagai Wakil Ketua DPR. Kenapa?

"Sekjen itu bukan tertinggi di partai. Sedangkan masa jabatan itu periodik, mungkin sampai munas nanti akan dibahas. Antara Maret dan April 2010. Kecuali kalo pak anis jadi menteri mungkin sudah diganti," terang politisi PKS Untung Wahono, saat dihubungi okezone, Minggu (25/10/2009).

Namun, lanjutnya, tidak tertutup kemungkinan Anis juga akan mengalami pergantian jika diperlukan.

"Kalau dianggap menganggu tugas di partai atau di DPR, itu akan diganti," ujarnya.

Siang tadi, di DPP PKS, Jalan TB Smatupang, Jakarta Selatan, berdasarkan keputusan Majelis Syuro PKS, beberapa pengurus PKS yang merangkap jabatan di luar partai mengalami pergantian.



Tifatul Sembiring yang semula menjabat sebagai Presiden PKS diganti oleh Luthfie Hasan Ishaaq, yang sebelumnya menjabat Ketua Badan Hubungan Luar Negeri DPP PKS.

Untung sendiri diangkat menjadi Ketua Majelis Pertimbangan Pusat menggantikan Suharna yang beberapa hari lalu dilantik menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi. Untung sebelumnya menjabat Ketua Bidang Polhukam DPP PKS.

Suswono yang baru saja dilantik sebagai Menteri Pertanian, jabatannya sebagai Wakil Sekjen bidang Organisasi serta Ketua Wilayah Dakwah Jawa Tengah dan Yogyakarta diserahkan pada Budiyanto, dan Agus Purnomo.

Budiyanto menjabat Wakil Sekjen bidang Organisasi, sementara Agus serta Ketua Wilayah Dakwah Jawa Tengah dan Yogyakarta.(hri)

Sumber : http://news.okezone.com/index.php/read/2009/10/25/339/269052/jika-ganggu-tugas-anis-matta-diganti



PKS Beri Lampu Hijau Usulan Angket Century

JAKARTA - PKS secara terbuka mendukung usulan sebagian anggota DPR yang akan menggunakan Hak Angket DPR terkait kasus kucuran dana talangan Bank Century Rp6,7 triliun.

"Hak Angket bisa diteruskan. Tidak ada masalah," kata Sekjen PKS Anis Matta di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (25/10/2009).

Dukungan PKS atas Hak Angket, menurutnya, tidak akan mengganggu hubungan PKS di koalisi pemerintahan. Pasalnya kasus Bank Century merupakan permasalahan hukum, yang harus diselesaikan.

"Kalau kasus seperti ini, kita kan negara hukum, ikut saja dengan negara hukum. Tidak ada urusannya dengan koalisi, karena ini proses hukum," terang Anis.

Sehingga menurutnya, Hak Angket Century, sama seperti hak angket lainnya, yang diusulkan oleh anggota DPR.


Pekan lalu sebagian anggota DPR berencana akan mengusulkan Hak Angket Century pada pemerintahan di 100 hari kerja pertamanya. DPR sendiri sudah meminta BPK untuk melakukan audit investigatif terhadap aliran dana Bank Century.

PKS saat ini merupakan salah satu mitra koalisi Demokrat di pemerintahan. Sementara kasus Century ini merupakan ganjalan dari Demokrat. Pasalnya, kasus Century ini merupakan buntut dari permasalahan pemerintahan sebelumnya yang belum terselesaikan.

Seperti diketahui, pemerintahan sebelumnya juga merupakan pemerintahan koalisi Demokrat yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono. (hri)(rhs)

Sumber : http://news.okezone.com/index.php/read/2009/10/25/320/269040/pks-beri-lampu-hijau-usulan-angket-century



Jabatan Tifatul di DPR Diganti Kemal Sitambul

Andina Meryani - Okezone
Tifatul Sembiring (Foto: Daylife)
JAKARTA - Satu per satu kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengambilalih jabatan yang ditinggalkan Tifatul Sembiring.

Setelah posisi presiden partai resmi digantikan oleh Lutfi Hasan Ishaq, kini posisi Tifatul sebagai Ketua Komisi I DPR ditempati oleh Kemal Sitambul.

"Mulai besok Pak Kemal aktif," ujar Tifatul Sembiring usai mengikuti rapat koordinasi dengan Wakil Presiden di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu (25/10/2009).

Pria yang menjabat sebagai Menkominfo itu juga menegaskan dirinya sudah secara resmi mundur dari anggota DPR sebagai konsekuensi logis menduduki jabatan di eksekutif. "Sudah sesuai prosedur," ungkap dia.

Seperti diketahui, sebelum terpilih sebagai Menkominfo, Tifatul memiliki seabrek jabatan. Di partai, dia menjabat sebagai Presiden PKS. Adapun di DPR dia menjabat sebagai ketua Komisi I.

Sumber : http://news.okezone.com/index.php/read/2009/10/25/339/269005/jabatan-tifatul-di-dpr-diganti-kemal-sitambul