Kamis, 01 Oktober 2009

Fraksi PKS Sumbang Gaji Pertama untuk Korban

PKS telah mengirim tim untuk bangun dapur umum dan enam dokter ke lokasi gempa.

Arfi Bambani Amri, Bayu Galih
Relawan 8 PKS disiapkan bantu korban bencana (Antara/ Ujang Zaelani)
VIVAnews - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera menyumbangkan uang representasi pertama mereka untuk korban gempa di Sumatera Barat. Selain itu, Dewan Pimpinan Pusat PKS juga telah menyumbangkan dana awal Rp 50 juta.

"Para anggota Fraksi PKS akan menyumbangkan uang representasi pertamanya," kata Presiden PKS, Tifatul Sembiring, usai dilantik sebagai anggota DPR, di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2009.

Sementara bantuan Rp 50 juta akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari korban gempa yang mengungsi. Selain itu, PKS juga telah mengirim tim turun ke lokasi gempa di Padang dan Padang Pariaman.

Tim tersebut melakukan pemetaan masalah, mendirikan tenda, membangun dapur umum, dan fasilitas kesehatan. PKS mengirim enam dokter bekerjasama dengan Tim Tanggap Darurat Program Penanggulangan Bencana PKS.

Sebelumnya, Amien Rais mengusulkan 20 persen gaji pertama anggota DPR disumbangkan untuk korban gempa berskala 7,6 Skala Richter kemarin. Menurut Amien, inilah bentuk simpati yang paling tepat dari para anggota DPR.

Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/93662-fraksi_pks_sumbang_gaji_pertama_untuk_korban

PKS Minta SBY Nyatakan Bencana Nasional

Konsekuensinya, Pemerintah diminta mengajukan APBN Perubahan ke DPR.

Arfi Bambani Amri, Bayu Galih
Wakil Presiden Jusuf Kalla rapat mendadak gempa Padang (ANTARA/Saptono)
VIVAnews - Partai Keadilan Sejahtera meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan gempa di Sumatera Barat sebagai bencana nasional. Sebagai tindak lanjutnya, Presiden segera mengusulkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

"Kedua, DPR dan DPD yang baru dilantik untuk membantu saudara-saudara yang kena musibah dengan menyerahkan seluruh uang prestasi melalui fraksi masing-masing," kata Refrizal (PKS, Sumatera Barat II) dalam pernyataan tertulisnya usai dilantik sebagai anggota DPR, Kamis 1 Oktober 2009.

Kemudian, PKS juga mengimbau pimpinan DPR sementara dan anggota DPR dan DPD dari Sumatera Barat segera ke Sumbar untuk memberi bantuan.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla usai Rapat Kabinet Terbatas menyatakan tanggap darurat untuk pascagempa dilakukan selama dua bulan. Gempa Sumatera Barat ini diakui lebih kuat dampaknya daripada gempa Yogyakarta pada 2006 silam.

Namun Jusuf Kalla belum menyatakan gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter yang berpusat di perairan Pariaman, Sumatera Barat, ini sebagai bencana nasional. Meski begitu, JK menyatakan pemerintah menyiapkan dana penanggulangan bencana tak terbatas.

Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/93638-pks_minta_sby_nyatakan_bencana_nasional


Gempa 7,6 SR Guncang Sumbar -- Tifatul Instruksi Semua PKS Wilayah Membantu

Kepanduan PKS di sekeliling Sumbar dikerahkan ke lokasi bencana.

Arfi Bambani Amri
Presiden PKS Tifatul Sembiring berkampanye di Padang (Antara/ Maril Gafur)
VIVAnews - Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, memerintahkan seluruh wilayah partainya menggalang bantuan untuk korban gempa di Sumatera Barat. Selain itu, kepanduan PKS di Riau, Jambi dan Bengkulu diperintahkan turun ke Padang.

"PKS menerjunkan tim tanggap darurat & perintis ke Padang Pariaman," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring dalam siaran pers yang diterima VIVAnews, Kamis 31 September 2009. "Menginstruksikan kepada Satuan Kepanduan PKS Bukittinggi, Pekanbaru, Jambi dan Bengkulu agar berangkat menuju kawasan gempa Padang dan Pariaman di Sumbar."


Menurut informasi yang diperoleh Dewan Pimpinan Pusat PKS, menyusul terjadinya gempa berskala 7,6 SR di kawasan Padang Pariaman dan sekitarnya, jalan Bukittinggi-Padang terputus di Silaing, Padangpanjang, sehingga tim harus memutar ke arah Maninjau. Laporan sementara dari DPD Periaman bahwa sekitar 80 persen bangunan di Pariaman roboh. Dan diperkirakan korban tewas lebih 75 orang.

Selain memerintahkan Kepanduan dari PKS di sekeliling Sumbar, PKS juga memberangkatkan dari Jakarta Tim Penanggulangan Bencana PKS. Tifatul yang berdarah campuran Minangkabau dan Batak Karo ini mengungkapkan PKS telah menerjunkan dana awal bantuan Rp 50 juta dan menginstruksikan kepada seluruh wilayah untuk menggalang bantuan, karena dampaknya cukup parah dan memakan korban besar.

Gempa yang mengguncang Sumatera Barat pukuk 17.17, Rabu 30 September 2009, diperkirakan telah memakan jiwa 200 orang. Ribuan orang diperkirakan masih tertimbun reruntuhan rumah, gedung, dan fasilitas umum.

Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/93564-tifatul_instruksi_semua_pks_wilayah_membantu

Uang Hadir PKS Disumbang ke Padang


(google earth)


INILAH.COM, Jakarta - Seluruh uang representasi anggota DPR RI dari PKS selama prosesi pelantikan anggota DPR RI akan disumbangkan untuk korban gempa bumi di Padang, Sumbar. Gempa 7,6 SR tersebut diperkirakan menghilangkan 1.000 jiwa.


Ditemui di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10), Presiden PKS Tifatul Sembiring mengatakan, soal jumlah pasti yang disumbangkan masih belum dihitung karena harus berkoordinasi lagi dengan seluruh anggota DPR terpilih dari PKS. Anggota DPR RI terpilih dari PKS sebanyak 57 orang, sedangkan anggota DPD yang didukung PKS berjumlah 8 orang.


"Jumlah pastinya belum tahu, tetapi kalau dari DPP PKS sendiri sudah memberikan sumbangan sebesar Rp 50 juta, serta telah mengirim tim penanggulangan pertama PKS yakni sebanyak 6 dokter, bantuan tenda darurat, serta 50 anggota Kepanduan PKS ke lokasi bencana," kata Tifatul.

Tifatul juga sudah menginstruksikan kepada Satuan Kepanduan PKS Bukit Tinggi, Pekanbaru, Jambi dan Bengkulu supaya berangkat menuju kawasan gempa di Padang dan Pariaman.

Di tempat yang sama, anggota DPR terpilih dari PKS dapil Sumbar Irwan Prayitno mengimbau seluruh anggota DPR RI asal PKS dari dapil Sumbar agar setelah acara pelantikan tersebut langsung pulang ke Sumbar untuk berkoordinasi dengan pemerintah untuk ikut membantu korban gempa di sana.

Sedangkan Kepala Badan Humas PKS Ahmad Mabruri mengatakan, uang representasi anggota DPR selama prosesi pelantikan sebesar Rp 2 juta sehingga jumlah total uang yang akan disumbangkan totalnya menjadi sekitar Rp 130 juta. [*/sss]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/01/162073/uang-hadir-pks-disumbang-ke-padang/

Pikirkan Keluarga, Anggota DPR Asal Padang Tegang Saat Dilantik

Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta - Selama menjalani pelantikan anggota DPR, Irwan Prayitno merasa tegang. Ia bukan takut batal dilantik, tapi mencemaskan keluarganya. Maklumlah Irwan adalah anggota DPR asal Padang yang dihantam gempa.

"Saya merasa tegang dalam pelantikan. Karena keluarga semua di rumah," kata Irwan usai dilantik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2009).

Irwan mendapat laporan keluarganya tidak ada yang menjadi korban. Meski demikian politisi PKS itu tetap cemas dan akan segera pulang ke Padang Jumat (2/10/2009) besok.

"Besok pagi saya terbang ke Padang, mau lihat keadaan rumah dan keluarga saya. Kabarnya ada kerusakan, meski tidak ada korban," katanya.

Irwan berharap pemerintah bertindak cepat untuk memberi bantuan. Ia berjanji akan melakukan koordinasi dengan DPRD dan Pemda setempat untuk meyalurkan bantuan tenaga medis, obat-obatan dan peralatan evakuasi.

"Saya akan koordinasi bantuan di sana," kata anggota DPR dari daerah pemilihan Sumatera Barat itu.

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/10/01/131612/1212837/10/pikirkan-keluarga-anggota-dpr-asal-padang-tegang-saat-dilantik

PKS Kirim Rp 50 Juta ke Kampung Tifatul


(google earth)


INILAH.COM, Jakarta - Gempa 7,6 SR mengguncang Sumbar yang merupakan kampung Presiden PKS Tiffatul Sembiring. Untuk membantu para korban, PKS pun mengirimkan uang bantuan awal sebesar Rp 50 juta dan menerjunkan Tim Tanggap Darurat dan Perintis ke lokasi gempa.


Ketua Badan Humas DPP PKS Ahmad Mabruri di Jakarta, Kamis (1/10), mengatakan, Presiden PKS Tifatul Sembiring sudah menginstruksikan kepada Satuan Kepanduan PKS Bukit Tinggi, Pekanbaru, Jambi dan Bengkulu untuk segera berangkat menuju kawasan gempa di Padang dan Pariaman.


Menurutnya, Tifatul telah mengungkapkan bahwa PKS telah mengeluarkan dana awal bantuan sebesar Rp50 juta, dan menginstruksikan kepada seluruh wilayah untuk menggalang bantuan. Karena dampaknya bencana itu cukup parah dan memakan korban besar.

Menurut Mabruri, Tim Kepanduan PKS Bukit Tinggi menyampaikan informasi bahwa jalan dari Bukit Tinggi ke Padang terputus di Silayiang, Padangpanjang, sehingga Tim harus memutar ke arah Maninjau, untuk mencapai lokasi bencana.

Laporan sementara dari DPD PKS Pariaman, katanya, sekitar 80 persen bangunan di Pariaman runtuh. Sedangkan korban tewas diperkirakan lebih 75 orang.

"Dari Jakarta Tim P2B PKS sudah diberangkatkan menuju Padang," ujar Mabruri. [*/mut]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/01/161898/pks-kirim-rp-50-juta-ke-kampung-tifatul/

Langkah TK Tersandung Ginandjar

R Ferdian Andi R
Taufik Kiemas
(inilah.com /Dokumen)


INILAH.COM, Jakarta - Langkah Taufik Kiemas (TK) memimpin Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sepertinya tak bakal mulus. Selain harus berhadapan dengan Hidayat Nur Wahid, TK juga harus menghadapi calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ginandjar Kartasasmita.


Putusan MK yang menganulir frasa ‘Ketua MPR dari DPR’ dalam UU MPR, DPR, DPRD, dan DPD menambah perebutan kursi Ketua MPR semakin dinamis. Jika sebelumnya nama TK dinominasikan dengan mengklaim didukungan Partai Demokrat, kini suami Megawati Soekarnoputri ini mendapat tambahan rival baru dari unsur DPD.


“Kami akan mencalonkan Ginandjar Kartasasmita sebagai Ketua MPR,” cetus Ketua Tim Sukses Ginandjar Kartasamita, La Ode Ida kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (30/9).

Menurut La Ode, ia tak merisaukan persaingan ketat yang akan dihadapi Ginandjar. Apalagi DPD selama ini mendukung SBY dalam Pemilu Presiden lalu. Menurut dia, figur Ginandjar Kartasasmita yang berasal dari Partai Golkar jelas memiliki basis politik yang kuat. “SBY tahu siapa Pak Ginandjar. Sosok beliau sebagai figur senior yang kredibel dan disenangi selama di Senayan,” katanya.

Memang tak bisa dipungkiri, munculnya nama Ginandjar Kartasasmita jelas bakal memecah konsentrasi TK dalam pencalonan Ketua MPR. Bagaimanapun, jam terbang politik Ginandjar cukup tinggi.

Dia pernah menjadi pentolan Golkar era Orde Baru. Pengaruh di Golkar pun masih terasa hingga kini. Secara ideologi kebangsaan, Ginandjar tak memiliki perbedaan dengan TK yang mereprensentasikan dari kalangan nasionalis.

Selain harus berhadapan dengan Ginandjar, pencalonan Hidayat Nur Wahid juga tak bisa dipandang sebelah mata oleh kubu TK. Menurut Ketua DPP PKS Al-Muzammil Yusuf, hingga saat ini pihaknya masih mencalonkan Hidayat sebagai Ketua MPR. “Hingga saat ini kami masih mencalonkan Pak Hidayat sebagai Ketua MPR,” jelasnya.

Terkait keputusan MK yang membuka peluang calon Ketua MPR berasal dari unsur DPD, Al-Muzammil menegaskan pihaknya telah mengantisipasinya sejak lama. Menurut dia, keputusan tersebut sama sekali tak menghambat peluang Hidayat untuk maju menjadi Ketua MPR.

“Saya kira teman DPD jauh lebih dekat dengan PKS. Apalagi banyak calon DPD yang simpati dengan kita, termasuk ada juga kader PKS,” cetusnya seraya menyebut beberapa angota DPD dari provinsi DKI Jakarta, Banten, Lampung, Sumatera Barat dan lainnya yang berafiliasi dengan PKS.

Di sisi lain, PDI Perjuangan sepertinya cukup optimistis atas pencalonan TK sebagai Ketua MPR. Menurut Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo antara PDIP dan Partai Demokrat telah menemui kata sepakat untuk mencalonkan TK sebagai Ketua MPR.

“PDIP serius untuk proses pencalonan Pak Taufik. DPP PDIP telah membentuk tim lobby dan pimpinan fraksi MPR RI. Seluruh komponen fraksi telah mendapat tugas masing-masing untuk melobi para legislator dari partai lain untuk memenangkan Pak Taufik,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan fungsionaris Partai Demokrat Syarif Hasan yang menyebutkan meski keputusan MK akan mempengaruhi pencalonan Ketua MPR, namun pihaknya tetap menjagokan TK.

“Ya memang berpengaruh (putusan MK, red), tapi kami yakin koalisi yang menang. Demokrat tetap mendukung Taufik Kiemas bersama Golkar, dan PPP. Kami yakin Pak TK jadi,” ujarnya di Gedung DPR. Ia pun berharap, PKB dan PKS yang belum menyatakan dukungan agar bergabung dalam koalisi mendukung TK sebagai Ketua MPR.

Meski Partai Demokrat menggaransi posisi TK sebagai Ketua MPR, namun kehadiran Ginandjar Kartasasmita dalam bursa Ketua MPR tak bisa dianggap enteng. Bisa saja, koalisi yang awalnya mendukung TK berbalik arah mendukung Ginandjar, tak terkecuali Hidayat Nur Wahid. Jika itu terjadi, proyek duet ‘Wong Kito’ pimpin DPR-MPR gagal setelah Marzuki Alie dipastikan sebagai Ketua DPR. [mdr]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/10/01/161804/langkah-tk-tersandung-ginandjar/

Gubernur Jabar Serukan Tobat Nasional

BANDUNG - Menyikapi gempa yang terus melanda Indonesia, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyerukan tobat nasional.

Tobat, menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera itu, perlu dilakukan mengingat bencana bukan hanya fenomena alam, melainkan juga disebabkan ulah manusia.

"Selain fenomena alam karena pertemuan atau pergeseran lempengan, ada ulah manusia. Jadi perlu ada tobat nasional," ujar Heryawan kepada wartawan, Kamis (1/10/2009). Manusia, sambung dia, memiliki andil dalam bencana.
Dari catatan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hari ini terjadi beberapa gempa susulan di daerah Sumatera. Di antaranya gempa berkekuatan 5,1 SR di Sipura, Mentawai. Gempa yang terjadi di kedalaman 10 kilometer tersebut terjadi pukul 10.34 WIB.

Ketika ditanya mengenai recovery pascagempa di wilayah selatan Jabar, Heryawan menjelaskan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih melakukan verifikasi data. Rencananya verifikasi akan selesai 15 Oktober mendatang.

"Kita akan upayakan agar dana segera cair, karena masyarakat membutuhkan dana tersebut," cetus dia.

Model penyaluran bantuan melalui kelompok masyarakat (pokmas). Untuk jenis bangunan yang akan dibangun pun pihaknya akan meminta bantuan ahli bangunan yang berpengalaman dalam recovery gempa Aceh dan Yogyakarta. (teb)

Sumber : http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/10/01/340/261574/gubernur-jabar-serukan-tobat-nasional

Hidayat Sedih Sumbar Digoyang Gempa

Bayu Hermawan & Fika Muftiarini
Hidayat Nur Wahid
(inilah.com /Dokumen)


INILAH.COM, Jakarta - Gempa yang mengguncang Sumatera Barat 7,6 skala richter tidak hanya menyisakan kesedihan bagi warga sekitar. Tapi juga Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.


"Yang pasti kita bersedih dan berbela sungkawa. Ini bencana alam yang tidak kita bisa hindari, mengingat kondisi geografis kita yang rawan bencana semacan ini," tutur Hidayat di sela-sela jamuan makan malam dan perpisahan anggota DPR 2004-2009 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Rabu (30/9).


Ia mengatakan, semestinya yang dinomorsatukan pasca gempa pada pukul 17.16 WIB sore tadi adalah upaya preventif dan penanganan. Sehingga penangan pasca gempa dapat segera cepat ditindak.

"Terlebih ini di sumatera barat yang sudah sering terjadi bencana semacam ini. Namun sekarang jangan saling meyalahkan mari sama-sama kita beri bantuan semampu kita, dan semoga wapres bisa bergerak cepat dan efektif," jelas Hidayat.

Gempa tektonik berkekuatan 7,6 skala Richter (SR) mengguncang Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) pada Rabu pukul 17.16 WIB, Rabu (30/9).

Keterangan yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa tersebut terjadi pada episentrum 0,84 lintang selatan (LS) dan 99,65 bujur timur (BT). Pusat gempa itu berada pada 57 km barat laut Pariaman Provinsi Sumbar dengan kedalaman 71 km.

Gempa terasa hingga wilayah Sumatera Utara. Getaran gempa itu terasa hingga ke Kota Medan sehingga mengakibatkan beberapa penghuni rumah dan perkantoran di daerah itu berhamburan ke luar.

Staf Analisa BMKG Pekanbaru Ardhitama menyebutkan, gempa berpotensi tsunami. Selain turut mengguncang sebagian wilayah Riau, gempa diduga juga terasa hingga Banda Aceh. [jib]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/09/30/161834/hidayat-sedih-sumbar-digoyang-gempa/

Koalisi Pimpinan MPR Tanpa PKS

Windi Widia Ningsih
Taufik Kiemas
(inilah.com /Dokumen)


INILAH.COM, Jakarta - Majunya Taufiq Kiemas sebagai Ketua MPR sudah mendapat restu dari Partai Demokrat. Bahkan koalisi mendukung Taufiq pun sudah dibentuk, namun PKS dan PKB tak ikut di dalamnya.


"Demokrat tetap mendukung Taufiq Kiemas. Dan yang dukung Golkar, PPP dan Demokrat sendiri. PKB dan PKS mudah-mudahan ikut kita juga," kata Ketua FPD Syarif Hasan, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (30/9).


Jadi tutur Syarif, koalisi untuk posisi pimpinan MPR adalah PDIP, PPP dan Golkar. "Mungkin Ketuanya TK lalu wakilnya Golkar dan PPP," ujarnya.

Sementara PKS tetap akan mengajukan calonnya untuk menjadi Ketua MPR. Namun Syarif Hasan tidak mengetahui alasan PKB tidak ikut dalam mendukung Taufiq Keimas maju sebagai Ketua MPR. [win/ana]

Sumber : http://www.inilah.com/berita/politik/2009/09/30/161690/koalisi-pimpinan-mpr-tanpa-pks/